Hujan Pukul
4 Sore
Hujan pukul
4 sore menirumu
Rintik
menitik
Pelan-pelan
mengusikku
Hujan pukul
4 sore menyerupaimu
Selantun
derunya yang sendu
Nyanyikan
aku sebait lagumu
Hujan pukul
4 sore mirip kamu
Jatuh
satu-satu
Hmmm… serupa
cintamu
Aku kadang
ragu
Hujan turun
sore itu
Aku pikir
ahh ini Cuma kelabu yang tutupi biru langitku
Aku selalu
ragu
Hujan datang
lagi sore itu
Aku pikir
ahh hujan menirumu
Rintiknya
bisikan rindu yang tak beradu
Urainya
rangkaikan rupamu yang kabur
Sisanya hanya
alir air yang berlalu
Persis kamu
Hujan pukul
4 sore hari itu
Salahkah aku
mennatimu?
Yang hanya
datang kala hujan
Yang hanya
menyapa kala rintiknya menyentuh bahuku
Yang hanya
bicara lewat awan-awan kelabu
Kata mereka
aku keliru
Padamu yang kuanggap
hujan sore itu
Pada hujan
yang kuanggap menirumu
Ternyata
iya, aku memang keliru
Hujan tak
pernah menirumu , menyerupaimu, atau mirip kamu
Hujan tak
pernah serupa kamu
Hujan pukul
4 sore tak pernah mirip kamu
Karena kamu
hujan itu
Hujan itu
kamu.
By: Syapira
No comments:
Post a Comment