Wednesday, March 25, 2015

Hujan Pukul 4 Sore

Hujan pukul 4 sore menirumu
Rintik menitik
Pelan-pelan mengusikku
Hujan pukul 4 sore menyerupaimu
Selantun derunya yang sendu
Nyanyikan aku sebait lagumu
Hujan pukul 4 sore mirip kamu
Jatuh satu-satu
Hmmm… serupa cintamu

Aku kadang ragu
Hujan turun sore itu
Aku pikir ahh ini Cuma kelabu yang tutupi biru langitku
Aku selalu ragu
Hujan datang lagi sore itu
Aku pikir ahh hujan menirumu
Rintiknya bisikan rindu yang tak beradu
Urainya rangkaikan rupamu yang kabur
Sisanya hanya alir air yang berlalu
Persis kamu

Hujan pukul 4 sore hari itu
Salahkah aku mennatimu?
Yang hanya datang kala hujan
Yang hanya menyapa kala rintiknya menyentuh bahuku
Yang hanya bicara lewat awan-awan kelabu

Kata mereka aku keliru
Padamu yang kuanggap hujan sore itu
Pada hujan yang kuanggap menirumu
Ternyata iya, aku memang keliru
Hujan tak pernah menirumu , menyerupaimu, atau mirip kamu
Hujan tak pernah serupa kamu

Hujan pukul 4 sore tak pernah mirip kamu
Karena kamu hujan itu
Hujan itu kamu.


By: Syapira 

No comments:

Post a Comment