Sunday, April 5, 2015

Lupa 

Mengapa tak berdamai saja dengan kenyataan
Rengkuh saja lengannya
Biar bintang-bintang yang mengantar

Mengapa tak kau sandarkan saja
Rebahkan hidupmu didadanya
Dibawah bintang-bintang yang temaram

Hingga ketika senja datang
Kamu hanya perlu nikmati semburat jingganya
Abaikan hitam setelahnya
Karena ada ia yang tuntun kamu pada jalan pulang

Hingga ketika resah berdebur bagai ombak
Kamu sudah jadi pantai dengan pasir putihnya
Tinggal sediakan jalan
Tinggal biarkan ia terpecah

Hingga ketika dawai-dawai mu berhenti bernada
Kamu sudah ada pada peluknya
Dengarkan ia yang menggumamkan nada
Dengarkan ia yang bicara

Mengapa tak kau ulurkan saja kedua tanganmu yang mulai biru
Tak yakinkah kamu pada urai nadanya?
Tak yakinkah kamu pada landai pantainya?
Tak yakinkah kamu ia yang tuntun kamu pulang ke rumah?

Sulitkah bagimu menyamakan langkahnya
Menggumam senada dengannya
Mungkin kamu memang sudah terlalu lama resah
Mungkin kamu sudah terlalu lama mendamba
Hingga lupa caranya menyapa
Atau mungkin kamu terlalu lama tak bersama
Hingga lupa kamu harusnya berdua



By: Syapira 

No comments:

Post a Comment