Lupa
Mengapa tak
berdamai saja dengan kenyataan
Rengkuh saja
lengannya
Biar bintang-bintang
yang mengantar
Mengapa tak
kau sandarkan saja
Rebahkan hidupmu
didadanya
Dibawah
bintang-bintang yang temaram
Hingga
ketika senja datang
Kamu hanya
perlu nikmati semburat jingganya
Abaikan hitam
setelahnya
Karena ada
ia yang tuntun kamu pada jalan pulang
Hingga ketika
resah berdebur bagai ombak
Kamu sudah
jadi pantai dengan pasir putihnya
Tinggal sediakan
jalan
Tinggal biarkan
ia terpecah
Hingga ketika
dawai-dawai mu berhenti bernada
Kamu sudah
ada pada peluknya
Dengarkan ia
yang menggumamkan nada
Dengarkan ia
yang bicara
Mengapa tak
kau ulurkan saja kedua tanganmu yang mulai biru
Tak yakinkah
kamu pada urai nadanya?
Tak yakinkah
kamu pada landai pantainya?
Tak yakinkah
kamu ia yang tuntun kamu pulang ke rumah?
Sulitkah bagimu
menyamakan langkahnya
Menggumam
senada dengannya
Mungkin kamu
memang sudah terlalu lama resah
Mungkin kamu
sudah terlalu lama mendamba
Hingga lupa
caranya menyapa
Atau mungkin
kamu terlalu lama tak bersama
Hingga lupa
kamu harusnya berdua
By: Syapira
No comments:
Post a Comment