Saturday, July 30, 2016

Tebet Pagi Ini 


Tidak ada selamat pagi atau kopi
Senyap seperti pagi tidak akan pernah datang lagi.
Kamu dan rinduku yang sudah menyesap ribuan pagi sebelumnya seolah-olah hilang ditelan malam yang tak berganti.

Awalnya kamu cuma ingin menghadirkan sepi karna menurutmu dengan begitu rindu akan tumbuh subur pada hati yang berbagi
Namun sayang ada yang mati katamu
Sesuatu yang akrab namun sengaja kau beri jarak

Ada yang mati dan kita tak punya daya untuk menghidupkannya kembali, kecuali dipangkas semua bayang dan jarak kasat mata hingga tak berani datang lagi

Suatu hari segelas kopi yang selalu kita rapali menjelma pengingat yang pahit akan rindu yang tak bisa diobati
Suatu pagi dan segelas kopi, namamu mengendap dalam ampas yang tak bisa kuminum lagi

No comments:

Post a Comment