Gajah di
Ruang Tamu
Dua gelas kopi sudah habis lima belas
menit lalu
Dan percakapan tentang dirimu yang
diam-diam menganggumi sahabatmu
Bukan hanya karna rambut sebahu
Atau mata hitam bundar yang suka
tiba-tiba menganggu tidur pulasmu atau muncul diantara angka dan koma juga
cakap singkat dengan managermu
Bukan cuma karna baju biru yang
seringkali ia pamerkan padamu
Bukan juga pada keanehan suaranya yang
seringkali jadi pengantar tidurmu
Ada gajah di ruang tamu rumahmu
Besar… dan menghalangi dirimu dari
berpikir jernih membedakan mana kasih yang lugu
Dan mana kisah yang kelak bisa jadi
berakhir pilu
“Ahh… wanita itu” katamu
Dia adalah jelma semua lagu
Ada gajah menghalangi pandanganmu
Meski dengan segenap upaya kau tepis
rindu
Nyatanya belalai gajah itu tak pernah malu
mengingatkanmu pada semua memori dulu
Kini tinggal gajah itu dan kamu
Membingkai memori di ruang tamu
Dan kasih lugu yang kau sembunyikan pada
belalai gajah di ruang tamu
No comments:
Post a Comment