Jaring Laba-laba dan Kamu yang Mulai Lupa
Ada empat baris pesan muncul bergantian di layar Androidku.
Aku tersenyum.
Sesuatu yang tak perlu kamu tau.
***
Kamu pernah liat jaring laba-laba?
Waktu kecil aku aku sering mengasosiasikan jaring laba-laba dengan istana yang dipintal berdua oleh raja dan ratu laba-laba. Tempat mereka bertakhta sampai akhirnya istana itu disapu bersih mama.
Ada sesuatu yang sama antara kisah kita dan jaring laba-laba.
Suata kala tak perlu ku sebut kapan, pernah ada dua manusia memintal istana yang tak seberapa besar dari jaring-jaring tipis yang dipintal sehari semalam.
Naas suatu malam, saat angin-angin cukup kejam menghanyutkan apa saja yang diterpanya, kita yang masih belum dewasa tidak kuat menahan dinginnya yang menyesakkan dada akhirnya sama-sama menyerah. Lantas hanyut dan terbang, kelelahan dan barangkali terlalu sedih untuk bisa kembali memintal istana.
Kini, suatu hari itu sudah lama pergi.
Kamu dan jaringmu yang hanyut waktu itu datang lagi mengetuk jendelaku.
Aku mempersilakan kamu masuk dan menggangtung di langit-langit kamarku.
Lucu, semua masih terasa begitu familiar.
Dan hal ini membuat aku bertanya-tanya, mungkinkah kamu sudah lupa?
Lalu mungkinkah laba-laba kembali memintal segalanya dari awal, merangkai sesuatu yang pernah, memperbaiki cerita?
No comments:
Post a Comment