Sekotak Rahasia
Sabtu, 29 Agustus
Aku mulai mengumpulkan kenangan.
Jika kamu pikir aku
mengumpulkannya dalam pikiran, kamu salah besar.
Aku mulai mengumpulkan kenangan pada kotak pemberian teman
istimewa.
Jangan kamu tanya isinya, karna kamu pasti tak menyangka
betapa gelap dan meyedihkan bagian-bagian didalamnya.
Ada sih sedikit tawa dan haru bahagia, tapi aku lebih suka
mengingat-ingat hal ini dalam kepala.
Bukankah itu guna kotak rahasia?
……
Suatu hari aku cukup berani, pergi pagi-pagi sekali,
mengiyakan ajakan teman istimewa yang kuperlakukan lebih baik dari aku
memperlakukan diriku sendiri.
Aku duduk dibangku taman jalan Anyelir memangku sekotak
rahasia, menunggu ia datang dengan senyuman khas tanpa tanding.
Suatu hari ia memangku sekotak rahasia, bukan miliknya tapi
milikku. Membeku.
Lalu berkata padaku.
“….. harusnya aku tak mengenalmu”
No comments:
Post a Comment