"Noname"
In this time saya akan menceritakan betapa beruntungnya saya menjadi manusia yang dititipkan ability untuk menjadi cacat, dan dititpkan teman-teman yang punya ability kurang lebih sama seperti dengan apa yang saya miliki, yeeppp... menjadi cacat, hhaaaa
![]() |
Noname ini sebenernya terdiri dari 7 orang cacat yang siap menantang kerasnya dunia, eaaaa...
So this is how we start it....
Medina
Orang ini adalah sesosok mahluk yang perbandingannya adalah 1 banding 7 milyar lebih manusia dengan pertumbuhan yang terus bertambah dan diprediksi akan meledak menjadi hampir 2 kali lipatnya pada tahun 2020. Intinya tak ada sesosok manusia pun yang bisa di mirip-miripin sama orang yang satu ini. Saya dan orang ini dipertemukan dari sebuah pertanyaan random yang konyol, hasil dari rasa ingin tahu yang menggebu-gebu ketika itu (ini apa sih? hhha) pertanyaan itu adalah 'eh, kamu tau ga didalam hindu kan ada 3 dewa utama, wisnu, siwa, terus satu lagi siapa ya?' pertanyaan tentang dewa inilah yang membuat kami kemudian lantas menjadi sepasang dewa galau dan kepo (bagian ini di skip aja boleh kok). Medina ini adalah seorang psikolog yang paling ngerti segala masalah di dunia ini, dari masalah kenapa bisa kegalauan muncul diantara kami bertujuh sampai masalah kenapa SBY dapet penghargaan dari UK dan lagu barney yang kalo di reversed ada subliminal message' nya. Namun harus terjebak dalam ranah hukum sebagai studi lanjutannya kini.Bisa dibilang rumahnya si medina ini adalah markas utamanya noname, tempat kami sekedar numpang wi fi, numpang foto-foto, numpang makan, numpang tidur, sampe numpang ngegalau, hhhhaa... Markas noname aka rumah medina ini punya misteri yang dari dulu belum bisa kami pecahkan dan keliatannya emang ga akan bisa terpecahkan, rumah medina ini seperti berada di dimensi lain dunia yang menyerap waktu dan terpisahkan secara mandiri dari waktu dunia, yang mana membuat satu jam dalam hitungan waktu dunia setara dengan satu menit 'do nothing' dirumahnya.
Medina adalah sosok yang selalu mengatakan dirinya ga punya teman padahal relasinya segudang, yang bilang dirinya kesepian padahal selalu dikelilingi cowo-cowo kece, yang menurut saya terpesona sama charmnya yang selalu aja bisa bikin orang-orang disekelilingnya merasa nyaman banget dideket dia.Tapi, terlepas dari kebaikannya yang baru saja saya sebutkan tadi, dia adalah mahluk teriseng setelah tim kreatif acara-acara jail di tv yang uber-uberan ngejar share rating tertinggi. Medina adalah tipe yang seneng banget bikin kita berenam tereak-tereak ketakutan gara-gara dia hendak melakukan hal yang bisa bikin kita semua tenggelam dalam aib seumur hidup dan tidak akan didekati oleh orang lain, layaknya penderita virus menular, yang harus diisolasi,sendiri, gak ada yang nemenin, kurus kering, dan mati sendiri pula.
Medina dan saya adalah dua mahluk yang terobsesi dengan mahluk ciptaan Tuhan yang berasal dari benua biru yang sering kita sebut sebagai 'bule'. For sure yaa.. (ini bukan bule yang biasa digunakan sebagai pengganti nama tante atau bibi dalam Bahasa Jawa), maka pekerjaan utama kami berdua adalah (dulu) memanfaatkan kemudahan dan keinstanan yang telah diciptakan oleh genius macam Charles Babage dan Tim Bernes Lee buat surfing di dunia maya, mencoba peruntungan kami, barangkali Tuhan, menjodohkan kami dengan mahluk berkulit putih, bermata biru, tinggi 175++, hidung 5 centi, baik hati, punya banyak investasi, dan masih banyak lagi.
Kesamaan obsesi lain yang dimiliki saya dan Medina adalah, sama-sama ingin melarikan diri dari Indonesia (bukan karna ga cinta Indonesia yaa, tapi karna beberapa alasan pribadi yang tidak bisa saya sebutkan disini) jadilah kita 2 mahluk yang ingin mewujudkan obsesi tersebut lewat study overseas, yang hendak kita capai lewat beasiswa full dengan tanggungan living cost, bahkan dapet uang saku, namun dengan persyaratan super minimum, bahkan kalo bisa yang ga ada syaratnya. Obsesi ini membawa kami berdua menjadi seorang kolektor brosur universitas-universitas asing yang menggelar seminar di hotel berbintang, tapi karna sepi publikasi yang datang pun sepi, sehingga makanan kelas satu yang di provide oleh mereka dengan free ini, bisa kami ambil berulang-ulang, sampe diliatin mas-mas yang merasa ada kejanggalan yang terjadi ditengah acara seminar tersebut, dan disitulah kami sadar,kami harus berhenti, hhaaaa...
Intinya, banyak sekali memori-memori dari tingkatan cacat, sampe super cacat yang saya peroleh berkat tangan dingin Medina, kalo diceritain semua, bisa jadi novel saya yakin. Intinya, si Medina ini sudah memberikan banyak warna dalam kehidupan saya, meskipun dia tipe sarcastic yang mengerikan,but deep in her heart dan terpancar lewat ability dia buat jadi dirinya sendiri, dia adalah penebar cinta, dan seorang yang loveable juga, seolah-olah dia adalah Mother Theresa buat kami semua. Pokoknya, 'Meong' TERIMAKASIH (pake capslock) sudah mau menjadi sahabat yang cacat buat temenmu yang cacat ini, semoga kecacatan ini, menjadikan kita sebebas dan semurni apa yang imajinasi kita sebut sebagai imaji tanpa batas.
Mele, adalah teman seperjuangan saya ketika SMA, 3 tahun sekelas dan 2 tahun duduk sebangku sama mahluk ini, membuat dia menjadi salah satu mahluk yang paham betul lika-liku perjalanan hidup saya, mulai dari masalah naksir orang dan ga ditaksir balik, salah naksir orang karena emang yang ditaksir salah, dan ditaksir balik tapi sok-sok an aja bilang 'ahh, ga mungkin lah dia suka sama gue'. Mele, adalah tempat dimana saya bisa ketawa sampe nangis sepuasnya, temen berbagi bekal, makan chocolatos, dan masih banyak lagi.
Meski punya badan kecil dan kadang suka ga pedean sama kemampuannya sendiri, padahal dia bisa, Mele adalah sosok pembalap liar yangobesesi banget buat masuk MotoGP, tapi malah berakhir dengan ngebut-ngebutan di fly over kalibata. Dan selalu aja bikin saya baca ayat kursi dan semua surat pendek juz 30 yang saya tau ketika saya menjadi penumpang dalam motor yang dia bawa, yang mengartikan nyawa saya sangat bergantung pada pakem atau ga'nya rem motor yang dia bawa. Pedrosa adalah cinta matinya si Imel ini, tapi sayang cinta matinya bukan cuma satu, hhaaa...
Imel itu sosok yang iya iya aja, dan nerima nerima aja kalo dia dianiaya, sosok kakak yang selalu aja ngeduluin kepentingan adeknya daripada kepentingan dia sendiri, sosok yang sabar banget, dan super perasa, gampang banget buat netesin air mata, apalagi kalo udah berhubungan sama ayah, ini dia kelemahan dia yang paling ga bisa disentuh. Imel selalu merasa dirinya tak dicintai, padahal banyak juga yang naksir dia. Dan hal ini pun sempat dimanfaatkan Medina untuk membuat taruhan yang sejak kelas 2 SMA sudah disepakati namun realisasinya sampe kuliah pun belum sempat terwujud (inget utang mel, ahahah).
Menurut saya diantara kami bertujuh, Imel adalah sosok yang paling rapuh, yang butuh banget perlindungan ekstra baik fisik maupun mental itu semua karena badannya yang super skinny dan perasaannya yang mudah banget tersentuh, dan yang ga seharusnya jadi bahan bully'an kami semua. Ohh iya, karena dulu saya sebangku sama anak ini pas SMA, dia sering banget jadi korban kejutekan saya, bahkan pernah saya diemin lama banget, hhhuuu... maaf ya imel. Tapi setelah keadaan jadi lebih baik dan kembali seperti semula saya kembali menjadi saya yang biasa, and glad to know dia juga mau menerima kembalinya saya.
Imel suka banget sama tulip, punya obsesi besar buat tinggal di Belanda, dan pergi keliling dunia. Imel adalah tipe orang yang ketika mau pergi, jalan aja belom tapi udah bingung mikirin pulang naik apa dan caranya gimana.But deep inside, Imel adalah sesosok mahluk yang kuat, bahkan mungkin paling kuat diantara kami semua, karena dia ekspresif dan mampu mengeluarkan emosinya dengan tidak membuatnya terpendam terlampau lama yang akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu siap meledeak.
Intinya Imel adalah sosok sahabat sejati, yang siap menerima keadaan sahabatnya tak peduli apapun, yang meski itu berarti harus mengorbankan perasaannya sendiri. Unchangeable figure, itulah Imel di mata saya, si anak kecil yang ga lagi kecil. Imel yang mau tidak mau, suka tidak suka, harus mampu menantang kerasnya dunia, yang kadang membuat dia merasa lemah, padahal kami yakin dia memiliki kekuatan yang lebih besar dari yang dunia berikan. The last word, Imel... thanks for being such a weakest-strongest person, that teach me about how to live a life.
Atik ini orangnya super panikan, dan sangat tidak bisa mengontrol dirinya ketika panik. Dia jadi lupa mana samudera dan mana daratan ketika dia diserang virus panik, parahnya dia adalah sosok yang mampu menularkan kepanikannya tersebut terhadap orang disekelilingnya. Atik itu genius banget, dia tergila-gila banget sama akuntansi dan keliatannya ga bisa hidup tanpa ngerjain soal akuntansi, tapi kini malah terjebak dalam studi kriminologi, but at least dia emang pengen beneran masuk situ, dan ingin melanjutkan studinya kelak di Jerman, Aamiin..
Meski dia adalah orang yang super panikan, tapi dia bisa menenangkan orang lain ketika berada dalam situasi yang super duper urgent yang mana hal tersebut mempertaruhkan hidup dan matinya orang tersebut. Atik tuh bilingual abis... dia bisa tiba-tiba ngomong dalam bahasa yang InsyaAllah hanya dia dan Allah yang tau bahasanya (lebay) dia adalah penyerap bahasa, jago banget bahasa Jermannya, efek Goethe bertahun-tahun, ditambah dengan mulok SMA kita dulunya juga bahasa Jerman. Dan dia berpikir bahasa Jerman masih lebih mudah daripada bahasa Jepang, yang menurut saya, saya akan lebih sudi jika disuruh mempelajari bahasa Jepang kemana-mana meski dengan huruf yang njelimet, daripada harus menghafalkan kata yang berbeda untuk subjek yang berbeda dengan ketentuan benda mati memiliki kelamin karna dibedakan atas benda maskulin, feminim, atau netral. Atik menganggap rambut adalah segalanya, rambut adalah hidup matinya, dia ga pernah mau disentuh rambutnya, dan menjaga mereka tetap terlihat rapi. Dimana dia selalu aja beranggapan kalo rambutnya itu megar kaya singa padahal udah super rapi dan tertata.
Atik itu sosok penyabar, dan lagi-lagi loveable, dia sering menggunakan wajahnya yang lugu untuk memunculkan ekpresi yang ga kalah lugu, yang bikin kami semua ketawa-tawa lugu. Si Upo ini benar-benar terpancar sekali sosok independent womannya calon wanita karier yang siap kesana kesini sendiri dan punya prinsip kuat yang ga bisa sembarang orang menggoyahkannya. Upo adalah orang yang cukup kritis tentang masalah negara, menurut pandangan saya, Upo adalah kaum pro pemerintahan SBY, tapi anehnya dia malah tergabung dalam sebuah aliansi mahasiswa yang gemar memprotes kebijakan pemertintah, dan bahkan sempat ikut demo. Pro pemerintah tapi kontra terhadap kebijakannya dan ikut demo, lagi-lagi menurut saya sosok seperti ini yang dibutuhkan Indonesia. Karena dia mampu menilai objeknya bukan subjeknya, di zaman serba manipulasi ini semua bisa dibilang pencitraan dan semua pula bisa dibilang pembunuhan karakter.
Upo ini punya nyokap yang kece abis menurut saya, super gaul, dan bisa tiba-tiba ngoceh panjang lebar dalam Bahasa Perancis di telpon yang mana kami sebagai manusia-manusia yang berada di ujung telepon hanya diam terpaku tak mampu berkata-kata, mematung, sambil membayangkan segelas sampanye dengan buihnya yang belum hilang dipadu cahaya lilin temaran di malam musim semi dengan latar eiffel yang menjulang (geleng-geleng kepala, menyadarkan diri) kemudian kami akan kembali kedalam realita dan tertawa kecil, lalu berkata 'tante, maaf tadi artinya apa?' hhaaa...
Atik adalah mate sejati saya buat galau, entah kenapa kami seringkali punya pemikiran yang kurang lebih sama, yang mana pemikiran tersebut bisa bikin kami mengerti satu sama lain dengan mudah.
Atik, lagi-lagi adalah sosok unchangeable yang memang tidak bise di reposition kan oleh siapapun, kehadiran dia dalam kehidupan saya sifatnya absolut dan bukan sunnah, saya banyak belajar dari sikap yang kadang terkesan lucu ini. So please Atik.. I know that time is really flies, dan membuat segalanya jadi berbeda, tapi please tetap jadi Atikah yang kami kenal, Atikah yang sempurna, karena sudah menjadi dirinya sendiri.
Dian.... cewek super model, rambut panjang tergerai, kulit putih tak diragukan, wajah blasteran kaya noni Belanda, tinggi semampai 170an, dengan bentuk badan idaman. Deskripsi fisik mirip bidadari adalah deskripsi yang paling pas buat mahluk yang satu ini. Dian seperti terjebak dalam kefanaan dunia dan harus menerima bahwa dunia ini tidak pernah menerima kesempurnaan sebagai sesuatu yang dianggap pantas berdampingan dengannya, jadilah Dian menjadi Bidadari kami dengan tingkat loading mengolah data sebagai akibat dari pembicaraan atau kejadian yang terjadi, dengan kapasitas rata-rata jalanan tol dalam kota ketika hari Jum'at sore, waktu orang pulang kerja. Kami sering dibuat geleng-geleng sendiri sama, maaf 'kelemotannya' ini hhaa.. tapi semua orang pasti memaafkan kelemotannya, segera setelah melihat raut wajah sempurnanya termenung tak mengerti berharap penjelasan lebih matang mengenai informasi apa yang hendak kami sampaikan.
Anehnya meski di anugerahi keadaan fisik sempurna layaknya Miss World, Dian masih aja bisa galau. Dan kegalauannya ini berasal dari tidak lain dan tidak bukan disebabkan oleh seorang pria yang mampu memanah hatinya (apaan sihh?!) dan membuatnya terkapar. Namun meninggalkannya begitu saja, sendirian, meski si pria ini terkadang datang kembali, tapi tidak untuk mengobati lukanya, hanya sekedar mengingantkannya akan memori bahagia dulu, yang tak lagi bisa diperolehnya kini.
Dian ini adalah sesosok mahluk yang jiwanya seni banget, dia adalah seorang pianist handal dengan suara emas, seorang penari tradisional dengan setumpuk prestasi membanggakan, dan akan segera disusul dengan kemampuan beraktingnya yang mumpuni. Dian kini melanjutkan studinya pada bidang sastra Belanda, di Universitas Indonesia (soon jadi sama bule Belanda). Kurang lebih sama seperti Atik, Dian bisa tiba-tiba bergumam dalam bahasa asing yang benar-benar asing, dan biasanya yang paham hanya dia seorang dan kadang-kadang Upo mengerti karena kemiripan bahasa Jerman dan Belanda.
Pada awalnya, kebanyakan orang, termasuk saya akan menyangka bahwa Dian adalah sesosok mahluk yang unreachable karena tampangnya yang sangar dan jutek itu, hhaa.. padahal pada kenyataannya Dian ini adalah orang yang super duper ramah, dan punya selera humor yang tinggi. Dian merupakan manusia paling woles diantara kami bertujuh, dan yang pembawaannya paling tenang, dan menenangkan.
Pokoknya si bidadari ini juga sudah membawa banyak pencerahan buat hidup saya yang tadinya remang-remang, saya banyak belajar bagaimana caranya jadi woles kaya dia, meski harus selalu berakhir dengan kenihilan.Pesan buat Dian, jangan banyak-banyak galau, kalau jodoh pasti gak akan kemana :p hhaaa... peace yaa di
Sama seperti yang lain, Amel juga mahluk yang suka galau, ada-ada aja orang yang digalauin sama mahluk yang satu ini.But mostly, ini tentang satu orang, cowo idaman gadis SMA ketika itu. Amel bisa dikatakan punya posisi yangpaling aman ketika hal tersebut harus disangkut pautkan dengan hal studi lanjutan setelah SMA, dia adalah orang pertama diantara kami berenam yang diterima diperguruan tinggi negeri di Bogor dengan jurusan Komunikasi.
Selain itu Amel ini adalah sesosok mahluk yang cenderung bisa dikatakan ga tau malu, dan yang paling gemar bikin Medina menjadi kesal karena tingkah polahnya yang emang kadang bisa bikin kita ketawa-ketawa malu. Awalnya saya berpikir saya tidak akan pernah bisa dipersatukan dengan sosok extrovert komunikatif macam Amel ini, namun ternyata takdir berkata lain, dan Amel menjadi sebigini akrabnya dengan saya, dan tergabung dalam noname. Amel berbeda dengan mayoritas noname lainnya yang kebanyakan mendukung Manchester United sebagai tim kebanggaan, dia adalah seorang Chelsea lovers yang emang cinta mati dan cinta mentok sama Chelsea.
Amel si sosok ceria ini kaya pelangi ditengah hujan buat noname, keceriaan dan kepolosan dia bisa jadi hal yang paling banyak mengundang tawa ditengah-tengah kebersamaan kami. Dia adalah sosok berbeda yang keberadaanya sangat diterima, ditunggu-tunggu, bahkan dirindukan.
Saya rasa segini aja deskripsi singkat tentang titipan-titipan Tuhan yang menjadi sesuatu yang tidak ternilai harganya. Karena kalau dilanjutkan hal ini bisa menyebabkan blog saya kalau di hard copy kan akan menjadi setebal novel Harry Potter 7 jilid jadi satu, hhaaa..
Pokoknya Medina Imel, Atik, Dian, dan Amel, terimakasih sudah mau menerima kekurangan saya yang banyaknya ga bisa diitung dan masih mau menerima saya menjadi bagian dari kalian. Mengutip salah satu quote terkenal yang sudah tersebar dan terdengar dimana-mana...
“A friend is one that knows you as you are, understands where you have been, accepts what you have become, and still, gently allows you to grow.”
― William Shakespeare
Kesamaan obsesi lain yang dimiliki saya dan Medina adalah, sama-sama ingin melarikan diri dari Indonesia (bukan karna ga cinta Indonesia yaa, tapi karna beberapa alasan pribadi yang tidak bisa saya sebutkan disini) jadilah kita 2 mahluk yang ingin mewujudkan obsesi tersebut lewat study overseas, yang hendak kita capai lewat beasiswa full dengan tanggungan living cost, bahkan dapet uang saku, namun dengan persyaratan super minimum, bahkan kalo bisa yang ga ada syaratnya. Obsesi ini membawa kami berdua menjadi seorang kolektor brosur universitas-universitas asing yang menggelar seminar di hotel berbintang, tapi karna sepi publikasi yang datang pun sepi, sehingga makanan kelas satu yang di provide oleh mereka dengan free ini, bisa kami ambil berulang-ulang, sampe diliatin mas-mas yang merasa ada kejanggalan yang terjadi ditengah acara seminar tersebut, dan disitulah kami sadar,kami harus berhenti, hhaaaa...
Intinya, banyak sekali memori-memori dari tingkatan cacat, sampe super cacat yang saya peroleh berkat tangan dingin Medina, kalo diceritain semua, bisa jadi novel saya yakin. Intinya, si Medina ini sudah memberikan banyak warna dalam kehidupan saya, meskipun dia tipe sarcastic yang mengerikan,but deep in her heart dan terpancar lewat ability dia buat jadi dirinya sendiri, dia adalah penebar cinta, dan seorang yang loveable juga, seolah-olah dia adalah Mother Theresa buat kami semua. Pokoknya, 'Meong' TERIMAKASIH (pake capslock) sudah mau menjadi sahabat yang cacat buat temenmu yang cacat ini, semoga kecacatan ini, menjadikan kita sebebas dan semurni apa yang imajinasi kita sebut sebagai imaji tanpa batas.
Imelda
Mele, Imel... si kurus yang obsesi gendut ini adalah sasaran paling empuk, dan selalu jadi protagonis yang juga selalu jadi korban, dan lagi-lagi paling teraniaya. Imel adalah sesosok mahluk yang paling tepat didefinisikan dengan lagu dangdut yang katanya 'in' banget, yeeppp.. pacarku lima langkah. Karena jodohnya emang cuma lima langkah juga dari rumah, hhhaa... Tapi keliatannya sekarang dia sudah berusaha move on dan pindah ke lain hati.Mele, adalah teman seperjuangan saya ketika SMA, 3 tahun sekelas dan 2 tahun duduk sebangku sama mahluk ini, membuat dia menjadi salah satu mahluk yang paham betul lika-liku perjalanan hidup saya, mulai dari masalah naksir orang dan ga ditaksir balik, salah naksir orang karena emang yang ditaksir salah, dan ditaksir balik tapi sok-sok an aja bilang 'ahh, ga mungkin lah dia suka sama gue'. Mele, adalah tempat dimana saya bisa ketawa sampe nangis sepuasnya, temen berbagi bekal, makan chocolatos, dan masih banyak lagi.
Meski punya badan kecil dan kadang suka ga pedean sama kemampuannya sendiri, padahal dia bisa, Mele adalah sosok pembalap liar yangobesesi banget buat masuk MotoGP, tapi malah berakhir dengan ngebut-ngebutan di fly over kalibata. Dan selalu aja bikin saya baca ayat kursi dan semua surat pendek juz 30 yang saya tau ketika saya menjadi penumpang dalam motor yang dia bawa, yang mengartikan nyawa saya sangat bergantung pada pakem atau ga'nya rem motor yang dia bawa. Pedrosa adalah cinta matinya si Imel ini, tapi sayang cinta matinya bukan cuma satu, hhaaa...
Imel itu sosok yang iya iya aja, dan nerima nerima aja kalo dia dianiaya, sosok kakak yang selalu aja ngeduluin kepentingan adeknya daripada kepentingan dia sendiri, sosok yang sabar banget, dan super perasa, gampang banget buat netesin air mata, apalagi kalo udah berhubungan sama ayah, ini dia kelemahan dia yang paling ga bisa disentuh. Imel selalu merasa dirinya tak dicintai, padahal banyak juga yang naksir dia. Dan hal ini pun sempat dimanfaatkan Medina untuk membuat taruhan yang sejak kelas 2 SMA sudah disepakati namun realisasinya sampe kuliah pun belum sempat terwujud (inget utang mel, ahahah).
Menurut saya diantara kami bertujuh, Imel adalah sosok yang paling rapuh, yang butuh banget perlindungan ekstra baik fisik maupun mental itu semua karena badannya yang super skinny dan perasaannya yang mudah banget tersentuh, dan yang ga seharusnya jadi bahan bully'an kami semua. Ohh iya, karena dulu saya sebangku sama anak ini pas SMA, dia sering banget jadi korban kejutekan saya, bahkan pernah saya diemin lama banget, hhhuuu... maaf ya imel. Tapi setelah keadaan jadi lebih baik dan kembali seperti semula saya kembali menjadi saya yang biasa, and glad to know dia juga mau menerima kembalinya saya.
Imel suka banget sama tulip, punya obsesi besar buat tinggal di Belanda, dan pergi keliling dunia. Imel adalah tipe orang yang ketika mau pergi, jalan aja belom tapi udah bingung mikirin pulang naik apa dan caranya gimana.But deep inside, Imel adalah sesosok mahluk yang kuat, bahkan mungkin paling kuat diantara kami semua, karena dia ekspresif dan mampu mengeluarkan emosinya dengan tidak membuatnya terpendam terlampau lama yang akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu siap meledeak.
Intinya Imel adalah sosok sahabat sejati, yang siap menerima keadaan sahabatnya tak peduli apapun, yang meski itu berarti harus mengorbankan perasaannya sendiri. Unchangeable figure, itulah Imel di mata saya, si anak kecil yang ga lagi kecil. Imel yang mau tidak mau, suka tidak suka, harus mampu menantang kerasnya dunia, yang kadang membuat dia merasa lemah, padahal kami yakin dia memiliki kekuatan yang lebih besar dari yang dunia berikan. The last word, Imel... thanks for being such a weakest-strongest person, that teach me about how to live a life.
Atikah
Atik, atau yang biasa kami sapa sebagai upo ini adalah bintang utamanya 500 days of summer versi Indonesia dan versi nyatanya. Dia berhasil mem-php kan orang yang dia pikir sudah mem-php kan dia, padahal sebenarnya dia adalah si pemberi harapan palsu tersebut. Kisah cintanya si Upo ini simple tapi dia bikin complicated sendiri. Menurut saya status tergalau kedua setelah saya, title itu sangat pantas disematkan kepada orang yang satu ini.
Atik ini orangnya super panikan, dan sangat tidak bisa mengontrol dirinya ketika panik. Dia jadi lupa mana samudera dan mana daratan ketika dia diserang virus panik, parahnya dia adalah sosok yang mampu menularkan kepanikannya tersebut terhadap orang disekelilingnya. Atik itu genius banget, dia tergila-gila banget sama akuntansi dan keliatannya ga bisa hidup tanpa ngerjain soal akuntansi, tapi kini malah terjebak dalam studi kriminologi, but at least dia emang pengen beneran masuk situ, dan ingin melanjutkan studinya kelak di Jerman, Aamiin..Meski dia adalah orang yang super panikan, tapi dia bisa menenangkan orang lain ketika berada dalam situasi yang super duper urgent yang mana hal tersebut mempertaruhkan hidup dan matinya orang tersebut. Atik tuh bilingual abis... dia bisa tiba-tiba ngomong dalam bahasa yang InsyaAllah hanya dia dan Allah yang tau bahasanya (lebay) dia adalah penyerap bahasa, jago banget bahasa Jermannya, efek Goethe bertahun-tahun, ditambah dengan mulok SMA kita dulunya juga bahasa Jerman. Dan dia berpikir bahasa Jerman masih lebih mudah daripada bahasa Jepang, yang menurut saya, saya akan lebih sudi jika disuruh mempelajari bahasa Jepang kemana-mana meski dengan huruf yang njelimet, daripada harus menghafalkan kata yang berbeda untuk subjek yang berbeda dengan ketentuan benda mati memiliki kelamin karna dibedakan atas benda maskulin, feminim, atau netral. Atik menganggap rambut adalah segalanya, rambut adalah hidup matinya, dia ga pernah mau disentuh rambutnya, dan menjaga mereka tetap terlihat rapi. Dimana dia selalu aja beranggapan kalo rambutnya itu megar kaya singa padahal udah super rapi dan tertata.
Atik itu sosok penyabar, dan lagi-lagi loveable, dia sering menggunakan wajahnya yang lugu untuk memunculkan ekpresi yang ga kalah lugu, yang bikin kami semua ketawa-tawa lugu. Si Upo ini benar-benar terpancar sekali sosok independent womannya calon wanita karier yang siap kesana kesini sendiri dan punya prinsip kuat yang ga bisa sembarang orang menggoyahkannya. Upo adalah orang yang cukup kritis tentang masalah negara, menurut pandangan saya, Upo adalah kaum pro pemerintahan SBY, tapi anehnya dia malah tergabung dalam sebuah aliansi mahasiswa yang gemar memprotes kebijakan pemertintah, dan bahkan sempat ikut demo. Pro pemerintah tapi kontra terhadap kebijakannya dan ikut demo, lagi-lagi menurut saya sosok seperti ini yang dibutuhkan Indonesia. Karena dia mampu menilai objeknya bukan subjeknya, di zaman serba manipulasi ini semua bisa dibilang pencitraan dan semua pula bisa dibilang pembunuhan karakter.
Upo ini punya nyokap yang kece abis menurut saya, super gaul, dan bisa tiba-tiba ngoceh panjang lebar dalam Bahasa Perancis di telpon yang mana kami sebagai manusia-manusia yang berada di ujung telepon hanya diam terpaku tak mampu berkata-kata, mematung, sambil membayangkan segelas sampanye dengan buihnya yang belum hilang dipadu cahaya lilin temaran di malam musim semi dengan latar eiffel yang menjulang (geleng-geleng kepala, menyadarkan diri) kemudian kami akan kembali kedalam realita dan tertawa kecil, lalu berkata 'tante, maaf tadi artinya apa?' hhaaa...
Atik adalah mate sejati saya buat galau, entah kenapa kami seringkali punya pemikiran yang kurang lebih sama, yang mana pemikiran tersebut bisa bikin kami mengerti satu sama lain dengan mudah.
Atik, lagi-lagi adalah sosok unchangeable yang memang tidak bise di reposition kan oleh siapapun, kehadiran dia dalam kehidupan saya sifatnya absolut dan bukan sunnah, saya banyak belajar dari sikap yang kadang terkesan lucu ini. So please Atik.. I know that time is really flies, dan membuat segalanya jadi berbeda, tapi please tetap jadi Atikah yang kami kenal, Atikah yang sempurna, karena sudah menjadi dirinya sendiri.
Dian
Dian.... cewek super model, rambut panjang tergerai, kulit putih tak diragukan, wajah blasteran kaya noni Belanda, tinggi semampai 170an, dengan bentuk badan idaman. Deskripsi fisik mirip bidadari adalah deskripsi yang paling pas buat mahluk yang satu ini. Dian seperti terjebak dalam kefanaan dunia dan harus menerima bahwa dunia ini tidak pernah menerima kesempurnaan sebagai sesuatu yang dianggap pantas berdampingan dengannya, jadilah Dian menjadi Bidadari kami dengan tingkat loading mengolah data sebagai akibat dari pembicaraan atau kejadian yang terjadi, dengan kapasitas rata-rata jalanan tol dalam kota ketika hari Jum'at sore, waktu orang pulang kerja. Kami sering dibuat geleng-geleng sendiri sama, maaf 'kelemotannya' ini hhaa.. tapi semua orang pasti memaafkan kelemotannya, segera setelah melihat raut wajah sempurnanya termenung tak mengerti berharap penjelasan lebih matang mengenai informasi apa yang hendak kami sampaikan.Anehnya meski di anugerahi keadaan fisik sempurna layaknya Miss World, Dian masih aja bisa galau. Dan kegalauannya ini berasal dari tidak lain dan tidak bukan disebabkan oleh seorang pria yang mampu memanah hatinya (apaan sihh?!) dan membuatnya terkapar. Namun meninggalkannya begitu saja, sendirian, meski si pria ini terkadang datang kembali, tapi tidak untuk mengobati lukanya, hanya sekedar mengingantkannya akan memori bahagia dulu, yang tak lagi bisa diperolehnya kini.
Dian ini adalah sesosok mahluk yang jiwanya seni banget, dia adalah seorang pianist handal dengan suara emas, seorang penari tradisional dengan setumpuk prestasi membanggakan, dan akan segera disusul dengan kemampuan beraktingnya yang mumpuni. Dian kini melanjutkan studinya pada bidang sastra Belanda, di Universitas Indonesia (soon jadi sama bule Belanda). Kurang lebih sama seperti Atik, Dian bisa tiba-tiba bergumam dalam bahasa asing yang benar-benar asing, dan biasanya yang paham hanya dia seorang dan kadang-kadang Upo mengerti karena kemiripan bahasa Jerman dan Belanda.
Pada awalnya, kebanyakan orang, termasuk saya akan menyangka bahwa Dian adalah sesosok mahluk yang unreachable karena tampangnya yang sangar dan jutek itu, hhaa.. padahal pada kenyataannya Dian ini adalah orang yang super duper ramah, dan punya selera humor yang tinggi. Dian merupakan manusia paling woles diantara kami bertujuh, dan yang pembawaannya paling tenang, dan menenangkan.
Pokoknya si bidadari ini juga sudah membawa banyak pencerahan buat hidup saya yang tadinya remang-remang, saya banyak belajar bagaimana caranya jadi woles kaya dia, meski harus selalu berakhir dengan kenihilan.Pesan buat Dian, jangan banyak-banyak galau, kalau jodoh pasti gak akan kemana :p hhaaa... peace yaa di
Amel
Sesosok mahluk dengan ciri khas betawi yang amat sangat kental, dengan tingkat percaya diri yang tinggi bahkan tinggi banget, dengan selera yang agak berbeda dengan kami berenam, menolak bule sebagai jodohnya, dan dengan semua sikapnya yang ada-ada aja si Amel ini layaknya lagu nge-beat khas 70 an yang disandingkan dengan instrumennya Yiruma yang galaunya poll. Bisa dikatakan si Amel ini adalah sosok yang paling ceria diantara kami, dia jarang menunjukkan emosi lainnya kecuali ketawa-ketiwi dan cengegesan di depan orang-orang, yang mana hal ini menandakan ia adalah mahluk yang mampu menutupi emosi dia sebenarnya, dan bukan berarti ia adalah mahluk yang cuma di program untuk jadi bahagia.Sama seperti yang lain, Amel juga mahluk yang suka galau, ada-ada aja orang yang digalauin sama mahluk yang satu ini.But mostly, ini tentang satu orang, cowo idaman gadis SMA ketika itu. Amel bisa dikatakan punya posisi yangpaling aman ketika hal tersebut harus disangkut pautkan dengan hal studi lanjutan setelah SMA, dia adalah orang pertama diantara kami berenam yang diterima diperguruan tinggi negeri di Bogor dengan jurusan Komunikasi.
Selain itu Amel ini adalah sesosok mahluk yang cenderung bisa dikatakan ga tau malu, dan yang paling gemar bikin Medina menjadi kesal karena tingkah polahnya yang emang kadang bisa bikin kita ketawa-ketawa malu. Awalnya saya berpikir saya tidak akan pernah bisa dipersatukan dengan sosok extrovert komunikatif macam Amel ini, namun ternyata takdir berkata lain, dan Amel menjadi sebigini akrabnya dengan saya, dan tergabung dalam noname. Amel berbeda dengan mayoritas noname lainnya yang kebanyakan mendukung Manchester United sebagai tim kebanggaan, dia adalah seorang Chelsea lovers yang emang cinta mati dan cinta mentok sama Chelsea.
Amel si sosok ceria ini kaya pelangi ditengah hujan buat noname, keceriaan dan kepolosan dia bisa jadi hal yang paling banyak mengundang tawa ditengah-tengah kebersamaan kami. Dia adalah sosok berbeda yang keberadaanya sangat diterima, ditunggu-tunggu, bahkan dirindukan.
Saya rasa segini aja deskripsi singkat tentang titipan-titipan Tuhan yang menjadi sesuatu yang tidak ternilai harganya. Karena kalau dilanjutkan hal ini bisa menyebabkan blog saya kalau di hard copy kan akan menjadi setebal novel Harry Potter 7 jilid jadi satu, hhaaa..
Pokoknya Medina Imel, Atik, Dian, dan Amel, terimakasih sudah mau menerima kekurangan saya yang banyaknya ga bisa diitung dan masih mau menerima saya menjadi bagian dari kalian. Mengutip salah satu quote terkenal yang sudah tersebar dan terdengar dimana-mana...
“A friend is one that knows you as you are, understands where you have been, accepts what you have become, and still, gently allows you to grow.”
― William Shakespeare



No comments:
Post a Comment