Wednesday, August 14, 2013

HIPOTERMIA

 



Dibawah langit Artic, aku menanti
Bukan bintang…
Payah, aku sudah lihat itu ribuan kali
Buat apa?
Dibawah langit Artic, aku menanti
Bukan Bulan
Sial, Ia selalu ikuti aku
Untuk Apa?

Hipotermia aku, tapi aku berbaring
Tetap saja berbaring
Berbaring telanjang di bongkahan es
Atau tertanam, terkubur dalam salju dingin
Seperti yang kau janjikan

Darahku beku
Vena arteri ku mati
Nafas ku tinggal engah orang sekarat
Lalu masih saja kau tanya, apa yang hendak ku nanti

Jika ku jawab kau
Ku tahu persis, lari
Lari…
Pasti kau lari cari beruang kutub
Minta dicabik hingga mati

Tapi aku,
Bolehkah aku setidaknya menanti?
Bukan, bukan kau
Tapi biarkan aku setidaknya tiba
Tiba pada malam
Yang sembunyikan Ia
Semburat hijau, merah, ungu

Aku sudah turut ikut
Bahkan mati dingin pun biar
Demi Ia, yang kau janjikan
Meski bukan buat aku bawa pulang
Meski bukan buat aku jadi kawan

Aku sudah turut ikut
Tak dapat jalan pulang pun biar
Demi Ia si reaksi zat tanpa duga

Aku membeku demi kau
Demi dia
Di tanah tanpa bunga
Izinkan aku jadi Ia
Yang berbaring atau tengkurap
Berharap semburat datang 
Sebelum dingin jadi temanku yang setia...

No comments:

Post a Comment