Sunday, August 17, 2014

Jauh Kemudian Menjauh


Dengan kata malu-malu
Kau datang padaku
Kau bilang semua mimpi itu meniru
Sambil memejamkan matamu

Keping matamu menelan kepahitan
Sedang dirimu termangu
Menghitung setiap suara
Yang hilang dan kemudian hilang

Merah kau bilang berkata
Sedang cinta kau bilang tak ada
Lalu khayal tak selesai membayang
Dan malam tak jua menjadi terang

Kau mengenang setiap pikiran
Sedang aku berpikir telah mengenang
Lalu mereka bersyair sembarang
Tentang kita yang tak pernah saling pandang

Kata-katamu yang malu
Begitu lalu kemudian berlalu
Dengan nada belaga tahu
Aku kemudian berseru

Pergi, pergi saja terserah kamu
Pergi, pergi saja sejauh kau mampu...



By Syapira

No comments:

Post a Comment