Wednesday, September 24, 2014

Aurora Ungu


Maka jika bahagia adalah bicara
Lantas ia adalah sepatah kata
Maka jika bahagia adalah lukisan tanpa cela
Lantas ia adalah tatapan tak sengaja
Maka jika bahagia adalah rasa
Lantas ia setangkup rindu yang jatuh satu-satu

Perlukah bicara, jika mata menjawab semua
Perlukah cengkrama, jika kita sampaikan doa

Tak perlu risau
Langit kita sama
Meski kadang menatap bintang berbeda

Semua cuma soal lagu
Hingga liriknya melaju pertemukan kita dibait rindu
Semua cuma soal waktu
Hingga hujan turunkan rintiknya ditelapakmu yang biru
Semua cuma soal kamu
Hingga lidahku membeku, kelu
Semua cuma soal menunggu
Hingga bintangmu menaungi seluruh langitku

Maka jika bahagia adalah kamu
Lantas ia adalah aurora ungu
Berpendar lugu
Disekeliling jiwaku yang kelabu

Pukul 09:15 hari Rabu
Aku duduk termangu di stasiun itu
Kubuatkan pusisi rindu
Atas takdir yang belum juga bersatu
Tak apa aku menunggu
Sedikitpun tak merasa tertipu
Meski jutaan kereta berlalu
Tanpa berhenti menurunkanmu
Aku tetap menunggu
Karena yakin kamu si aurora ungu


No comments:

Post a Comment