Thursday, July 30, 2015

Selamat Ulang Tahun



Aku masih ingat dengan jelas di ulang tahunku yang ke tiga belas, kamu menyodorkan sebuah bingkisan kecil dengan bungkus yang berantakan. Isinya sebuah buku tulis yang kau ambil dari lemariku dan secarik kertas dengan tulisan cakar ayam mirip resep dokter yang tidak bisa ku baca. Awalnya aku senang, tapi kemudian kecewa, buat apa kamu memberiku hadiah yang kamu ambil sendiri dari barang yang aku punya? 

Usiamu sembilan tahun ketika itu, aku tak harusnya berharap banyak pada gadis kecil yang bahkan selalu minta dibelikan makanan ketika aku pulang. Harusnya tidak aku marahi kamu karena mengambil sesuatu dan menghadiahkannya kembali padaku. Harusnya kuhadiahkan pelukan padamu, dan berterima kasih atas pelajaran “bersyukur” yang telah kamu berikan.

Dulu di hari ulang tahun ke tujuh belas ku, tak ada sepotong kue diatas meja apalagi pesta, papa juga sepertinya lupa, dan tak ada kado dengan bungkus berantakan yang aku terima. Meski dilalui tanpa perayaan khas keluarga kita, semua masih berjalan baik hingga sekarang, meski dengan sedikit air mata.

Sore ini aku sungguh tersentak mendengar permintaan untuk ulang tahun ke tujuh belas mu.
Kamu mau menghadiahkan teman sekelasmu Al Masurat, katanya biar pahalanya terus mengalir untukmu. Mama juga mempertanyakan keinginanmu, “Kamu emang gak mau traktir mereka?
Namun kamu bersikeras dengan bingkisan Al Masurat sesuai keinginanmu, ditambah sebatang coklat berkat perdebatan panjang denganku dan mama.
Aku sungguh malu mendengar sederhananya permintaanmu.

Lagi, sepertinya di ulang tahunmu yang ke tujuh belas tak akan ada ritual tiup lilin seperti yang dilakukan orang kebanyakan. Malah sepertinya kamu akan berlama-lama dalam sujudmu yang memang sudah lama dan memuasakan diri dari banyak hal yang tak baik menurut Nya. Aku berharap jika harus ada air mata, maka haruslah air mata bahagia atau air mata sesal terkenang dosamu yang lalu-lalu dan kenyataan bahwa usiamu berkurang hari ini.

Adik kecil yang dulu selalu menjadi peniruku yang handal, Semoga kamu dihadiahkan banyak kebaikan dan keistimewaan oleh Nya. Semoga keserdahananmu tetap menjadi bingkai manis buat semua orang yang pernah mengenalmu. Semoga terus bertambah rasa cintamu pada mama dan terutama papa yang sering alpa, karena dengan cara itulah beliau mencintai kita. Dan terlalu banyak semoga lainnya yang tidak bisa aku tuliskan semua.

Terimakasih telah memberi warna dan nuansa berbeda, semoga hijrahmu menjadi orang yang lebih baik diridhoi oleh Nya.

Selamat Ulang Tahun ke 17 Eggy Dwi Utami,

yang selamanya akan jadi adik kecilku. 

No comments:

Post a Comment