Sunday, August 9, 2015

Memilih Peran

Aku tak pernah memilihkan peran bagimu, bahkan dalam khayalku yang bisa kurangkai sendiri skenarionya. Pun dalam mimpi kamu datang dalam bentuk aneka rupa, menyapaku dengan puluhan bahasa berbeda, berperan dalam tubuh yang tak pernah sama.

Lucunya, sesekali kamu datang dalam banyak metafora yang akhirnya aku terjemahkan dalam kata-kata. Lalu kata-kata tadi aku bisikan ditelinga, membuat kamu berdecak kagum karenanya. Sungguh, aku tertawa geli melihatmu yang sebenarnya berdecak kagum pada peranmu sendiri.

Ahh yaa menyoal peran, aku sungguh senang melihatmu datang dalam bentuk yang tak pernah sama. Kadang kamu muncul sebagai oranye dipenghujung senja, kadang kamu muncul dalam air mata, kadang juga muncul dalam banyak tawa, mana mungkin aku bosan.

Itulah mengapa aku tak pernah memilihkan peran bagimu, karena kamu bebas menjadi siapapun bahkan apapun dalam hidupku, terserah kamu.

No comments:

Post a Comment