Memilih
Peran
Aku tak
pernah memilihkan peran bagimu, bahkan dalam khayalku yang bisa kurangkai
sendiri skenarionya. Pun dalam mimpi kamu datang dalam bentuk aneka rupa,
menyapaku dengan puluhan bahasa berbeda, berperan dalam tubuh yang tak pernah
sama.
Lucunya,
sesekali kamu datang dalam banyak metafora yang akhirnya aku terjemahkan dalam
kata-kata. Lalu kata-kata tadi aku bisikan ditelinga, membuat kamu berdecak
kagum karenanya. Sungguh, aku tertawa geli melihatmu yang sebenarnya berdecak
kagum pada peranmu sendiri.
Ahh yaa
menyoal peran, aku sungguh senang melihatmu datang dalam bentuk yang tak pernah
sama. Kadang kamu muncul sebagai oranye dipenghujung senja, kadang kamu muncul
dalam air mata, kadang juga muncul dalam banyak tawa, mana mungkin aku bosan.
Itulah
mengapa aku tak pernah memilihkan peran bagimu, karena kamu bebas menjadi
siapapun bahkan apapun dalam hidupku, terserah kamu.
No comments:
Post a Comment