Selamat
Datang Kemarau Panjang
Setelah sekian lama aku basah karna
hujan, sekarang, selamat datang kemarau panjang.
Aku bukannya sedang pura-pura
bahagia, pada matahari yang kelak akan membakar jiwa. Lagipula aku hanya
mengutip kata-katamu yang kerap kali terngiang sesaat sebelum lelap aku dalam
khayalan “kelak lukamu kering, pada musim yang sebentar lagi tiba”.
Luar biasa sekali kamu, bisa
meramalkan hal macam itu, saat cinta masih basah dikening kita berdua.
Lucu betapa musim yang cuma dua bisa
buat aku begini menderita.
Apalagi sudah sejak jauh-jauh hari
kau ramalkan.
Begitukah caramu menyapa kemarau dan
memperkenalkannya padaku?
“Selamat datang kemarau panjang,
perkenalkan kekasihku yang segera hilang... hujan”.
No comments:
Post a Comment