Friday, May 13, 2016

Selamat Datang Kemarau Panjang

Setelah sekian lama aku basah karna hujan, sekarang, selamat datang kemarau panjang.

Aku bukannya sedang pura-pura bahagia, pada matahari yang kelak akan membakar jiwa. Lagipula aku hanya mengutip kata-katamu yang kerap kali terngiang sesaat sebelum lelap aku dalam khayalan “kelak lukamu kering, pada musim yang sebentar lagi tiba”.
Luar biasa sekali kamu, bisa meramalkan hal macam itu, saat cinta masih basah dikening kita berdua.

Lucu betapa musim yang cuma dua bisa buat aku begini menderita.
Apalagi sudah sejak jauh-jauh hari kau ramalkan.

Begitukah caramu menyapa kemarau dan memperkenalkannya padaku?

“Selamat datang kemarau panjang, perkenalkan kekasihku yang segera hilang... hujan”.



No comments:

Post a Comment