Monday, March 14, 2016


Selamat malam,

Sajakmu baru saja sampai didepan rumah.
Ia datang pagi-pagi sekali kemarin lusa, menceritakan kamu dalam bentuk yang teramat berbeda, sungguh tak pernah ku sangka-sangka. Ia terengah dan gemetar ketika tiba, seperti diburu waktu. Katanya, kamu yang menyuruhnya begitu.

Ia memohon untuk diizinkan masuk, ada air mata dipipinya, aku tau dia sungguh-sungguh, jadi kubiarkan ia duduk di sofa merahku. Lalu ia mulai bercerita tentang kamu dan hidupmu. Tak bisa aku pungkiri, kamu masih laki-laki pintar itu.  Daripada datang menemuiku, kamu malah mengirimnya padaku.

Ia lebih pandai berbicara daripada kamu, ia mampu membuatku tenggelam dalam ingatan yang lama sudah kudebukan di loteng rumah.
Beginikah caramu kembali menerobos jiwaku?

Kini ia tinggal dibawah bantal dengan sprei putih milikku, sesekali masih bergumam tentang kamu, namun lebih sering terlelap bersamaku.

No comments:

Post a Comment