Friday, October 14, 2016

“Bawakan aku biji kopi!”

“Biji Kopi? dari Islandia?” Aku bertanya keheranan

“Iya, biji kopi” Kamu tersenyum, bukan, bukan untuk mencibirku, kamu tersenyum karna kamu selalu begitu.

Beberapa teman minta dibawakan buku, yang lainnya tempelan kulkas dan gantungan kunci, sisanya menitipkan beberapa dollar untuk sebotol dua botol wine murah.

Alih-alih oleh-oleh biasa, kamu selalu meminta hal yang sepertinya mustahil kubawakan padamu

“Tak mau kah yang lain?”

“Tidak, biji kopi”

Ahh... begitulah kamu,
mencintai aku untuk semua hal yang tak bisa kubawakan padamu.


No comments:

Post a Comment