“Bawakan aku
biji kopi!”
“Biji Kopi?
dari Islandia?” Aku bertanya keheranan
“Iya, biji
kopi” Kamu tersenyum, bukan, bukan untuk mencibirku, kamu tersenyum karna kamu
selalu begitu.
Beberapa
teman minta dibawakan buku, yang lainnya tempelan kulkas dan gantungan kunci,
sisanya menitipkan beberapa dollar untuk sebotol dua botol wine murah.
Alih-alih
oleh-oleh biasa, kamu selalu meminta hal yang sepertinya mustahil kubawakan
padamu
“Tak mau kah yang lain?”
“Tidak, biji kopi”
Ahh...
begitulah kamu,
mencintai
aku untuk semua hal yang tak bisa kubawakan padamu.
No comments:
Post a Comment