Berkunjung
ke Gereja
Sore itu sendu,
langit mendung dan diam-diam gerimis sudah
jatuh dan memenuhi kepala dengan aromanya.
Ada diam yang tak biasanya, karena
kamu kehabisan kata dan aku bahkan tak mampu mencerna. Hanya sedikit air mata
sesekali, bergantian, jatuh di pipiku dan pipimu.
Ada yang tak biasa dari perjalanan
kita yang memang tak biasa.
Kita sama-sama dikekap ketakutan akan
perpisahan yang sesungguhnya niscaya.
“Mau antar aku ke gereja?”
Singkat cerita, aku duduk dengan kaku
dibangku paling ujung.
Kamu yang sudah biasa, menyatukan kedua
tangan, memenjamkan mata, dan tenggelam dalam doa.
Ini bukan kali pertama aku berkunjung ke
gereja, beberapa tahun yang lalu, aku pernah juga terduduk kaku dengan keluarga
mantan pacarku, mereka berdoa dengan khusyunya sedang aku yang kebingungan tenggelam
dengan banyak pertanyaan.
Meliihatmu berdoa, ini tentu kali
pertama buatku, wajahmu jadi terlihat lebih serius dan diam tak biasa diantara
kita perlahan berubah jadi diam yang menenangkan.
Tujuan aku mengiyakan ajakanmu yang
tiba-tiba tak lain untuk datang berjumpa melihat Tuhanmu. Karena mungkin selama
ini Ia tak cukup mengenalku, sehingga banyak doa yang ku rangkai indah buatmu
masih tertumpuk dan berdebu di laci paling ujung.
Sore itu akhirnya aku menemui Tuhanmu,
Aku hanya ingin kamu tau, pada siapapun
malaikat mengatar doaku, aku ingin bahagia terus bersamamu.
Terimakasih sudah mengajakku berkunjung
ke gereja sore itu.
No comments:
Post a Comment