Wednesday, December 21, 2016

Berkunjung ke Gereja

Sore itu sendu,
langit mendung dan diam-diam gerimis sudah jatuh dan memenuhi kepala dengan aromanya.
Ada diam yang tak biasanya, karena kamu kehabisan kata dan aku bahkan tak mampu mencerna. Hanya sedikit air mata sesekali, bergantian, jatuh di pipiku dan pipimu.

Ada yang tak biasa dari perjalanan kita yang memang tak biasa.
Kita sama-sama dikekap ketakutan akan perpisahan yang sesungguhnya niscaya.

“Mau antar aku ke gereja?”

Singkat cerita, aku duduk dengan kaku dibangku paling ujung.
Kamu yang sudah biasa, menyatukan kedua tangan, memenjamkan mata, dan tenggelam dalam doa.

Ini bukan kali pertama aku berkunjung ke gereja, beberapa tahun yang lalu, aku pernah juga terduduk kaku dengan keluarga mantan pacarku, mereka berdoa dengan khusyunya sedang aku yang kebingungan tenggelam dengan banyak pertanyaan.

Meliihatmu berdoa, ini tentu kali pertama buatku, wajahmu jadi terlihat lebih serius dan diam tak biasa diantara kita perlahan berubah jadi diam yang menenangkan.

Tujuan aku mengiyakan ajakanmu yang tiba-tiba tak lain untuk datang berjumpa melihat Tuhanmu. Karena mungkin selama ini Ia tak cukup mengenalku, sehingga banyak doa yang ku rangkai indah buatmu masih tertumpuk dan berdebu di laci paling ujung.

Sore itu akhirnya aku menemui Tuhanmu,
Aku hanya ingin kamu tau, pada siapapun malaikat mengatar doaku, aku ingin bahagia terus bersamamu.

Terimakasih sudah mengajakku berkunjung ke gereja sore itu.


No comments:

Post a Comment