Jika Cinta
kita Kehilangan Sihirnya
Jika cinta kita kehilangan sihirnya
tak ada lagi kerlip bintang yang
pecah pada kedua bola mata
Kamu buru-buru meyudahi bicara
tentang kita
dan tak lagi ada bunga yang hadir
pada pertunjukkan
Jangan buru-buru kamu salahkan
tumpulnya perasaan dalam memunculkan hal-hal diluar nalar
jangan buru-buru kamu simpulkan bahwa
semua cahaya yang gemerlapan di awal tak peduli seberapa terang, pasti padam
juga seperti lampu-lampu taman yang lupa diganti pemiliknya
Jika cinta kita kehilangan sihirnya
pada malam dimana mimpi tentang masa
yang akan datang lenyap dari jari-jari kita
dan mengembara ke segala arah kecuali
kembali pada kita
aku ingin sedikit saja mengingat,
kalau paling tidak kita pernah jadi penyihir-penyihir itu
menyulap ketiadaan jadi
pertemuan-pertemuan berkesan
Jika cinta kita kehilangan sihirnya
dan kita sudah bukan lagi penyihir
dengan tongkat ajaibnya
aku ingin mengingat sedikit saja
tentang semua yang tak bisa berjalan
bersama nalar
tentang semua yang tak bisa tanpa
jampi dan rapal mantra
Kalau cinta kita kehilangan sihirnya
dan kita jadi orang biasa
aku sesungguhnya tak ingin mengingat
apa-apa
Karna apa yang lebih menyakitkan
daripada pernah bisa namun kini kehilangan segalanya?
No comments:
Post a Comment