Friday, December 9, 2016

Jika Cinta kita Kehilangan Sihirnya

Jika cinta kita kehilangan sihirnya
tak ada lagi kerlip bintang yang pecah pada kedua bola mata  
Kamu buru-buru meyudahi bicara tentang kita
dan tak lagi ada bunga yang hadir pada pertunjukkan
Jangan buru-buru kamu salahkan tumpulnya perasaan dalam memunculkan hal-hal diluar nalar
jangan buru-buru kamu simpulkan bahwa semua cahaya yang gemerlapan di awal tak peduli seberapa terang, pasti padam juga seperti lampu-lampu taman yang lupa diganti pemiliknya
                                     
Jika cinta kita kehilangan sihirnya
pada malam dimana mimpi tentang masa yang akan datang lenyap dari jari-jari kita
dan mengembara ke segala arah kecuali kembali pada kita
aku ingin sedikit saja mengingat, kalau paling tidak kita pernah jadi penyihir-penyihir itu
menyulap ketiadaan jadi pertemuan-pertemuan berkesan

Jika cinta kita kehilangan sihirnya
dan kita sudah bukan lagi penyihir dengan tongkat ajaibnya
aku ingin mengingat sedikit saja
tentang semua yang tak bisa berjalan bersama nalar
tentang semua yang tak bisa tanpa jampi dan rapal mantra

Kalau cinta kita kehilangan sihirnya
dan kita jadi orang biasa
aku sesungguhnya tak ingin mengingat apa-apa


Karna apa yang lebih menyakitkan daripada pernah bisa namun kini kehilangan segalanya? 

No comments:

Post a Comment