Menunggu
memang melulu jadi perihal yang kau risaukan.
Karna bagimu
menunggu seperti memutus kemampuan-kemampuan terbaikmu, berserah pada waktu;
hal yang paling sering kau ajak kelahi.
Selama ini
kau memilih berlari kesana-kemari, pindah dari satu jendela ke jendela yang
lain, mencocokan jiwamu pada pintunya yang tak pernah berani kau ketuk.
Seberapapun
kamu membenci menunggu dan berkali-kali memaki waktu yang tak pernah bergeming
seberapapun kotornya ucapanmu, atau sekeras apapun hantamanmu, kamu harus
bertahan pada risaunya menunggu.
Jangan,
jangan coba lari lagi.
Waktu memang
bukan lawan sepadan bagimu.
Pada
akhirnya ia akan kembali menemukanmu, menipumu, dan meninggalkanmu dalam
tunggu.
Risau tanpa
temu.
I love the way you string words. It always took me a while to understand, sometimes i need to read it again to really catch the message. The last part of your writings always give me chills. they're also somehow relatable.
ReplyDeleteI also love the other posts, but this one is my personal favorite :) can't wait to read more!!
Hi thank you for reading, your comment means a lot for me. After reading this I was feeling like I wanted to write again (I recently had bad time on writing).
DeleteThank you for stopping by and left your meaningful comment, it really made my day :D
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete