Sunday, September 10, 2017

Menunggu memang melulu jadi perihal yang kau risaukan.

Karna bagimu menunggu seperti memutus kemampuan-kemampuan terbaikmu, berserah pada waktu; hal yang paling sering kau ajak kelahi.

Selama ini kau memilih berlari kesana-kemari, pindah dari satu jendela ke jendela yang lain, mencocokan jiwamu pada pintunya yang tak pernah berani kau ketuk. 

Seberapapun kamu membenci menunggu dan berkali-kali memaki waktu yang tak pernah bergeming seberapapun kotornya ucapanmu, atau sekeras apapun hantamanmu, kamu harus bertahan pada risaunya menunggu.

Jangan, jangan coba lari lagi.
Waktu memang bukan lawan sepadan bagimu.

Pada akhirnya ia akan kembali menemukanmu, menipumu, dan meninggalkanmu dalam tunggu.


Risau tanpa temu. 

3 comments:

  1. I love the way you string words. It always took me a while to understand, sometimes i need to read it again to really catch the message. The last part of your writings always give me chills. they're also somehow relatable.
    I also love the other posts, but this one is my personal favorite :) can't wait to read more!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi thank you for reading, your comment means a lot for me. After reading this I was feeling like I wanted to write again (I recently had bad time on writing).

      Thank you for stopping by and left your meaningful comment, it really made my day :D

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete