MALAIKAT TANPA SAYAP
Kayanya setiap tulisan yang saya buat di blog ini akan ada hubungannya sama orang-orang ini, orang-orang yang entah kenapa di pagi ini bayangannya melintas jelas di pikiran saya, ada perasaan yang tidak saya mengerti.
Lucu sih kedengerannya, but I've to admit it, this sudden feeling somehow tell me about how I really scared if I lose you guys, all...
kenapa? jawabannya ya ga ngerti, kangen Medina, Atik, Dian, kalau udah begini pikiran saya pasti melayang jauh kepertanyaan "what if" dan akan terus jadi "what if"
Hmmm.. tiba-tiba lagu yang ke shuffle pun another you nya Brian Mcknight, pikiran saya langsung melambung ke sebuah ruangan dengan suhu 20 derajat. Kamar ini bentuknya memanjang, ada 2 lemari baju di masing-masing sisinya, sebuah lemari buku yang beberapa bukunya terihat masih rapi dalam bungkusan plastik belum dibaca. Sebuah kasur empuk terhampar berdampingan dengan jendela lumayan besar yang memasukkan berkas-berksa sinar mentari kedalam. Tepat didepannya sebuah cermin panjang dengan siap memantulkan setiap refleksi yang ada. Indahnya ruangan ini selalu dipenuhi malaikat-malaikat tanpa sayap, yang senyumnya selalu menyapa saya hangat. Bagaimana bisa saya tidak bisa bersyukur? bahkan sebelum mati pun saya sudah dikelilingi mereka yang asalnya dari surga.
Satu satu kerikil yang datang pun, mereka, malaikat ini jadikan manisan yang mereka suguhkan pada saya. Terkadang saya merasa tak cukup pantas, saya hanya manusia biasa bukan seperti mereka yang siap jadi guardian angel atau sekedar penenang di kala gundah. Saya selalu saja menjadi yang diberi,yang menerima, dan yang merasakan, betapa beruntungnya saya.
Malaikat malaikat ini, ingin rasanya saya peluk dikala mereka merasa jauh dari surga, ingin rasanya saya rengkuh, meski dalam diam karena saya tak pandai merangkai kata. Betapa saya ingin menjadi sayap bagi mereka dan membawa mereka kembali ke surga, betapa saya ingin menjadi tangan-tangan lembut mereka yang menghapus butiran air mata yang jatuh.
Atik... mungkin masalah atik yang paling berat diantara kami semua sekarang, tapi Allah ga pernah salah, ga akan pernah menukar masalah, jodoh, rezeki, atau apapun itu. Jika Atik yang dipilih, Atik masih punya kami berlima yang bisa Atik jadikan teman, maaf kalau belum bisa selalu ada dalam tiap tangis dan doa, nothing lasts forever, so this one, wishing for all the best to be with you...
Medina... ga ada yang ga punya masalah kan, I believe you have, meskipun lo jarang cerita dan lebih banyak jadi tempat cerita, whatever the problem is, kami berlima akan selalu siap jadi sayap, jadi tangan, jadi mata, jadi telinga, bahkan jadi separuh jiwa, every people, one of us have its own rose, with its thorn, we all know that you have a beautiful rose, but maybe you just don't know how to cure your wound because of the thorn and still hold the rose tight...
Dian... looks so strong enough to pass through the huge storm, tapi nahkoda juga tetep butuh awak kapal kan buat mengembangkan layar dan melempar jangkar, atau mengukur arah angin. Dian mungkin bisa dibilang yang paling santai tapi lagi-lagi santai bukan berarti tenang dan tau cara menghadapi masalah dengan benar kan, so let us be your crew, in case the storm hits your ship, we always ready to sails, throw the anchor, or just to look at to the sky and lying in your ship glare through the stars.

No comments:
Post a Comment