Wednesday, March 25, 2015

Pergi

Hujan rintik pelan malam itu
Entah untuk sampaikan apa?
Langkahku goyah

Erat-erat kupegang payungku
Takut ia terbang dan hilang
Aku pegang erat-erat payungku
Meski sudah kuyup
Meski sudah basah
Basah tak keruan

Menatap wajahmu hari itu
Rasanya berat dan menyakitkan
Seperti remuk sluruh tubuh
Layaknya tinggal sisa nafas di kerongkongan

Halo… tercekik nafasku
Sapaku hampir tak sedikitpun keluarkan suara
Hancur…
Lebur harapku waktu itu

Aku benci hujan hari itu
Benci sekali
Hujan samarkan air mataku
Samarkan tangisku
Samarkan semua pesanku untukmu

Hujan, kenapa harus turun?
Kenapa harus hari itu?
Kenapa?
Aku ingin terlihat hujan
Ingin mereka lihat air mataku
Aku ingin terdengar hujan
Ingin mereka dengar isakku
Aku ingin terdengar hujan
Ingin Ia dengarkan pesanku

Aku berdiri gemetar hari itu
Menatap tiang-tiang kapalmu
Tiang-tiang kapalmu yang mengecil
Semakin mengecil, semakin mengecil
Aku takut
Lantas kupejamkan mataku

Hujan hari itu
Aku benci
Karena mereka membawamu
Membawamu dengan paksa
Membawamu melayang-layang
Jauh dari jangkauan payung-payungku

Katanya hujan sampaikan doa
Tapi hari itu hanya sampaikan luka
Untuk apa?
Hujan hanya samarkan air mata
Tetap kamu terkulai tak berdaya

Hujan aku benci
Menanti tiang-tiang kapalmu hilang dan pergi
Aku lebih benci
Kini aku hanya memori
Kamu tinggal elegi
Kini biar abadi
Tinggal abadi
Tinggal ia yang menemani




By: Syapira 

6 comments:

  1. Ini soal apa puisinya? Kalo gak keberatan, minta interpretasinya yaa :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini sederhana kok sebenernya dan cukup eksplisit, tentang seseorang yang pergi, dan ada orang lainnya yg menyaksikan kepergian orang ini, kepergian yang menyakitkan, dan orang yang pergi ini dia pergi terlalu jauh, jauh sekali dari jangkauan si orang lainnya tadi :'(

      Delete
  2. Teruntuk yang selalu menyalahkan dirinya sendiri ;)
    *maaf ga jelas*
    https://www.fictionpress.com/s/3245147/1/Jangan-Menangis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapapun kamu anon, puisi kamu bagus bangett! Eh ceritanya puisi 'Jangan Menangis' ini buat aku atau cuma ditunjukin aja? Hehe

      Delete
  3. Kenapa terlalu jauh? Kok sedih :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terlalu jauh, tidak terjangkau sama kita :(

      Delete