Di dan Ombak
![]() |
| Taken by author |
“Bu, kemana perginya
ombak-ombaki itu?” Di berlari kecil menarik tangan ibunya, sembari menunjuk
ombak yang pecah di tepian pantai, riang.
“Bu, apakah ombak kembali
lagi ke laut?” Lagi, Di kecil bertanya. Ibunya tersenyum tipis, sambil berusaha
mengimbangi kaki-kaki kecil Di yang berlari.
“Bu, kenapa ombak-ombak
menghilang dengan cepat?”
Kini ibunya berlari agak
cepat, menyamakan posisinya dengan Di, lantas mengangkat tubuhnya yang mungil
dan memeluknya, mendekapnya erat. “Ombak-ombak tidak menghilang, tidak pernah hilang sayang” lembut,
tutur ibunya.
“Lalu kemana perginya
ombak?” Di kecil mengernyitkan dahinya, penasaran.
“Jika pantai ini adalah
hidupmu, ombak-ombak yang datang adalah orang-orang yang hadir dalam hidupmu.
Mereka datang dengan cepat, dan berlalu”
“Bu, jadi semua orang
pasti pergi dari hidupku, seperti Ayah?” Di kecil bertanya, kecewa.
Ibunya menarik napas
panjang dan menjawab, “Iya Di sayang, mungkin akan ada lusinan orang lagi yang
akan pergi dari hidupmu, bahkan mungkin lebih. Seperti ombak yang pecah dan
berubah riak di pantai ini”
“Lalu kemana perginya
mereka Bu?”
“Mereka kembali ke laut,
kembali dalam dekapan takdir yang jauh dari jangkauan kita, yang tak bisa kita
intip dalamnya” Ibunya menjawab.
“Bu, kalau begitu bisakah
ombak yang sama kembali ke pantaiku?”
.
.
.
“Mungkin Di, mungkin saja”

No comments:
Post a Comment