Friday, June 5, 2015

Festival Kota Kecilku


Kala itu kau tunjuk matahari yg tinggal sendiri 
Tinggal pergi
Rona keemasannya jadi kanvas bincang kita senja itu

Kita duduk dipinggir dermaga 
Membayangkan, mengapa dunia harus bulat 
Hingga tiap tiap tiang kapal yg kita pandang akhirnya menghilang 
Kamu takut aku jadi tiang kapal yang awalnya nampak besar, lantas memudar dan hilang 
Kamu takut aku matahari di penghujung sore yang singkat, sisakan memori Indah tentang warna, lantas hilang, tenggelam 


***
Senja bersamamu adalah pementasan favoritku 
Ajakku menari pada riang iramamu 
Izinkan aku berputar perlahan dengan biangalalamu
Atau kadang bernyayi dalam syahdunya suaramu


Sungguh senja bersamamu adalah pementasan favoritku 
Festival kecil di tiap-tiap malamku
Kerlip lampumu bak mantra Merlin, menyihirku 
Ahh.. Gula-gula dan es loly juga buatku tak rela cepat pergi

Kamu adalah festival di kota kecil ku 
Yang ku harap datang tiap musim 
Yang bianglalanya ku harap berputar tiap malam 
Yang Kerlip lampunya menyala kala matahari tinggal sepenggal
Yang sapanya mendengung dalam irama riang 
Kamu pelengkap yang dulu alpa datang 

***

Kamu takut aku adalah kapal-kapal yang cuma singgah sebentar 
Takut aku matahari sepenggalan di senja yang singkat


Nyantanya Justru aku yang bertanya2 mungkinkah kamu cuma festival musiman, di kota kecilku yang tak seberapa memesona?

Kini, Ketika matahari telah hilang 
Kamu tunjuk bintang paling terang 
Yang muncul paling awal 
Venus katamu antusias


Kita masih duduk di dermaga yang sama, Memerhatikan cahaya-cahaya kecil dari lampu-lampu kapal yang berlayar

Aku tau mengapa dunia harus bulat 
Karena bulat selalu pertemukan kita dititik awal 
Suatu hari nanti, di senja yang berbeda akan ada kapal yang sama kembali menyapa kita dengan aroma khas samudera 
Suatu hari nanti, di senja yang berbeda akan nampak Venus yang sama meski hilang di teriknya matahari yang membakar
Suatu hari nanti, meski festival ini berhenti menari, aku tau kamu pasti datang kembali ke kota kecilku yang tak pernah pergi 



No comments:

Post a Comment