Mengejar Matahari Kamboja
Menunggu, selalu jadi hal yang membosankan....
Jam ditangan menunjukkan pukul 11:32, setengah jam sebelum boarding dan menjauh sejenak dari kenyataan.
Melihat mereka yang duduk sendiri-sendiri, berjauhan dari satu dengan lainnya, sibuk dengan pikiran bahagia tentang kembali kerumah dan memeluk mereka yang tersayang. Atau justru malah merana karena harus meninggalkan hal-hal yang sudah membuat mereka terbiasa.
Hmmm... hal ini mengingatkan saya pada kenyataan menengangkan bahwa kali ini saya juga sendiri, menemukan sesuatu yang baru untuk disayang atau meninggalkan mereka yang tersayang? Aku sungguh tak tau.
Bye Jakarta....
Ahhh..
Sungguh, belum apa-apa aku sudah dihadapkan pada merekahnya matahari dibatas horizon, tepat diatas teluk Thailand.
Pertunjukkan mengagumkan yang datang tanpa aku sangka-sangka.
Subuh itu, aku pandang indah oranye-kuning yang menawan lekat-lekat, meski dengan kantuk yang membekas berkat belasan jam transit di KLIA 2.
Perjalanan ini, aku yakin akan jadi salah satu yang paling membekas dalam hidupku.
Selamat Pagi Kamboja!!
Hai Kamboja, izinkan aku menyapamu dalam silau mentari yang sejak tadi sudah menyambutku gembira.
Akhirnya sampai di sebuah bandara kecil dengan arsitektur cantik khas Kamboja.
1..2..3.. Let's smile Wan!
Hai guys, meet Wan, the most humble guy in entire Cambodia.
Beruntung sekali, Kamboja memperkenalkanku dengan salah satu penduduknya yang luar biasa ramah.
Thanks Wan for being the safest yet furious driver in time, a great guide, and also for being a kind of pro photographer.
The Magnificent Wat Bo
Bangunan cantik dengan arsitektur khas Kamboja, mampu memukau siapa saja yang datang. Tepat dibelakang bangunan ini terdapat kumpulan makam dengan warna yang menawan, namun tetap dengan suasana mencekam khas makam.
Indah.
Hai adik kecil yang mengayuh sepedanya...
Tak ada yang lebih indah memang, dibandingkan dengan menyaksikan keindahan sebuah negara dan bisa langsung merasakan denyut kehidupan mereka.
Sebagai turis yang datang dengan kamera ditangan, kalian akan merasa sangat diterima, dan yaa ini adalah salah satu momen favorit saya.
Terbuai Indahnya Matahari Angkor Wat
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
(Ar Rahman: 17 - 18)
Sempat kecewa dengan matahari yang tak muncul juga padahal sejak pukul 4 pagi sepoi angin dingin Siem Reap sudah jadi teman setia. Dan jam ketika jam ditangan sudah menunjukkan pukul tujuh lewat dua belas menit, hampir pupus harapan terbuai indahnya Angkor Wat bermandikan cahaya matahari Kamboja.
Ajaibnya pukul delapan pagi tepat, matahari Kamboja bersinar dengan indah. Angkor Wat bagai bayangan hitam megah berlatar warna oranye tebal berkat matahari yang perlahan naik ke singgasananya.
Hanya decak kagum dan syukur yang terpikirkan ketika itu.
Angkor Wat yang masih difungsikan sebagai tempat ibadah, makin membuatku terpikat pada pesonanya yang tak pernah habis rasanya.
Definitely a place to go before you die!!
Thanks for The Awkward Proposal Somol
Satu lagi momen yang tidak akan terlupakan.
Bertemu Somol, seorang pedagang buku yang berjualan di areal main temple Angkor Wat.
Awalnya Somol hanya menawarkan buku yang kemudian saya tolak, tapi entah karena Somol malah berakhir dengan menjadi teman bicara saya. Dia tidak lagi menawarkan bukunya, malahan menjelaskan tentang must visit temples in Angkor Wat (karena Angkor Wat terdiri dari ratusan candi yang tersebar dalam kurang lebih 200 meter persegi wilayahnya). Bahkan Somol, menawarkan menjadi Guide pribadi saya dan dengan sukarela memotret saya pada bagian candi yang menurut dia cukup menarik.
Selama menemani saya, bahkan Somol sempat dimarahi petugas penjaga candi, karena bukannya berjualan malah menemani saya menjelajah candi, lucu memang.
Yang lebih lucu lagi adalah, ketika ia mulai bertanya tentang kehidupan pribadi saya, pertanyaan seperti apakah saya memiliki pacar.
Tiba-tiba saja ketika sedang asyik menikmati ornamen cantik Angkor Wat, Somol menghentikan langkahnya dan mengajak saya menikah!
Bingung dan tersenyum adalah ekspresi saya ketika itu, lantas apa jawaban saya?
Well... It's a no of course
Terlepas dari the awkward proposal moment, Somol is a good guy, really!
Strolling Around Angkor Wat
Banyak sekali candi yang bisa dikunjungi di Angkor Wat, bahkan saking banyaknya pengelola Angkor Wat sampai menyediakan 6 days pass untuk mengilingi komplek candi ini.
Menjelajahi Angkor Wat menurut saya lebih mirip dengan menjelajahi sebuah kota kuno penuh pesona.
Meet these little cute fellas...
Melihat hal ini, entah kenapa membuat hati saya terenyuh, betapa anak-anak ini bisa bahagia hanya dengan sebuah kubangan kecil.
Lagi, seperti yang sudah pernah saya katakan, tak ada yang lebih indah, dibandingkan dengan menyaksikan keindahan sebuah negara dan bisa langsung merasakan denyut kehidupan mereka.
Dan bertukar senyum dengan adik-adik manis ini, sungguh kebahagiaan yang sederhana.
Oh ya, satu lagi!
Kesenangan yang didapatkan dari menemukan hal menarik didalam candi, salah satunya adalah kuil cantik ini, dipenuhi dengan perca warna-warni, wangi khas dupa, dan tentu saja sebaris doa yang dipanjatkan oleh mereka yang datang.
Selfie Won't Kill You Anyway
Karena perjalana ini saya lakukan sendirian, jadilah kebanyakan foto yang bisa saya abadikan adalah dengan memanfaatkan teknologi tongkat panjang, dan front camera di ponsel saya.
Ada hal yang cukup menarik juga dari selfie things ini kebanyakan turis dan warga lokal Kamboja ternyata masih asing dengan apa yang biasa kita sebut sebagai TongSis, jadilah setiap saya menggunakan tongkat ini dan berpose, saya menjadi perhatian banyak orang disekeliling saya, malu sih dikit, hahahaha...
Goodbye Cambodia!!
Terimakasih Kamboja, sudah menyuguhkan saya dengan banyak pemandagan memanjakan mata.
Sudah juga mempertemukan saya dengan banyak malaikat tanpa sayap.
Mengajak saya tertawa, kecewa, bersyukur, dan bahagia dengan cara yang sampai sekarang masih membuat saya tak percaya.
Sampai jumpa, pada pengejaran matahari selanjutnya!!
















No comments:
Post a Comment