Friday, October 30, 2015

Bianglala pukul 17:55

Angin dengan congkak menerpa rambut hitammu yang mengkilat ditimpa matahari yang tinggal sepenggalan. Ada aroma khas yang sangat aku suka setelahnya memenuhi seluruh rongga dada. Rasanya seperti tulip merah jambu bermekaran bebas didalamnya. Aku mengembangkan senyuman yang biasanya malu-malu aku sunggingkan, spesial karena ini bianglala pukul 17.55.

Senja itu, semua tanya entah menguap habis ditelan mentari atau berenang berpencar pada batas-batas samudera jauh dari tempat kita terduduk tanpa suara. Ada rasa nyaman yang tidak bisa aku bahasakan, karena seberapapun aku mencobanya semua terasa menenangkan hanya dengan begitu adanya.

Pada semburat jingga yang jarang kita saksikan dan dalam ketinggian bianglala yang menakutkan juga indah disaat yang bersamaan, ada lukisan oranye pekat berbatas horizon tipis yang kita bagi berdua. Meski dalam diam, aku mampu menyerap semua kata yang satu-satu kamu terbangkan, lalu jatuh satu-satu di lautan. Kamu pun begitu, meski dalam diam kamu mampu menangkap kupu-kupu yang melayang pelan dari ujung jari-jariku yang mungil, lalu kamu terbangkan mereka setelah membisikan sebaris dua baris kata.

Kita beputar dalam rodanya yang bulat sempurna, satu menit munuju puncak lingkaran.
Ada pandangan yang hati-hati kita bagi. Pandangan yang seperti punya tangan-tangan panjang untuk memeluk erat kita hingga nuansa oranye pekat ini tenggelam dan beristirahat di dasar samudera. Pandangan tentang dua pasang mata memikat dengan milayaran bintang di dalamnya, menari seirama dengan detak jantung kita yang entah mengapa berdegup makin kuat.

Angin yang sama yang menerpa rambutmu dengan congkaknya, dengan sengaja meniup tulip merah jambu di dalam rongga dadaku. Terlalu banyak rasa tanpa nama yang baru-baru ini muncul dan menyapaku.

Pada sepasang mata dalam bianglala pukul 17:55, adakah yang lebih indah dari menanti mentari berhenti menari pada senja yang sebentar lagi berakhir?


Bianglala pukul 17:55, rasanya belum pernah aku jatuh sedalam ini. 

No comments:

Post a Comment