Friday, October 30, 2015

Sajakmu yang Itu

Lagi dalam sajakmu, yang kini tak lagi malu kau tanyakan padaku, ada banyak umpama yang terbang melayang pelan bak daun kecoklatan yang gugur di halaman depan rumah.

Pada sajakmu yang itu aku menemukan lebih banyak tanya berani kau terbangkan satu-satu ke halamanku, lebih banyak lagi mungkin dalam kepalamu. Haruskah aku jawab satu-satu? Menerbangkannya ke halamanmu, lewat sebentuk pesawat kertas yang tak lagi salah alamat?

Pernahkah kau mendengar mata adalah jendela menuju jiwa?
Sungguh tanpa sajak semua sudah terasa begitu jelas. Namun mungkin karena hakikat manusia mencintai semua yang nyata bentuknya, kadang yang datang tanpa bentuk yang jelas dan samar, berakhir dalam danau tanya ditengah hutan. Untuk sampai disana saja kamu sudah banyak tinggalkan luka di seluruh badan, berkat duri dan ranting-ranting kecilnya yang mengoyak kulitmu tanpa bertanya.

Aku sungguh tak menyangka menyimpulkan tali sepatu pada kedua kaki yang luka akan sebegini perihnya. Sedihnya, kurang lebih luka pada kaki itu ada berkat kecerobohanku, lalu kamu dan yang lain terjebak dalam simpulnya yang menyesakan.
Bagaimana bisa aku tidak mengatakan maaf?

Belakangan, entah hanya perasaanku saja atau benar begitu adanya, rumah kita yang bersebelahan, jaraknya entah mengapa terasa makin jauh saja. Aku perlu mengayunkan tanganku kuat-kuat untuk menerbangkan pesawat kecilku ke halamanmu.

Mungkin waktu sudah mulai membiasakan kita, pada hal yang tak bisa kita terima langsung tanpa pernah terbiasa.
Mungkin waktu memang mulai membiasakan kita, bahwa nanti akan ada jarak yang benar-benar menyamarkan segalanya dalam jutaan memori di otak yang berdesakan, berlarian, minta dipanggil dan diingat.
Mungkin waktu memang benar-benar sedang membiasakan kita pada sesuatu yang akan lebih menyakitkan kalau tidak begini jalannya.

Aku hanya menebak-nebak, sama sepertimu.
Sama seperti yang lainnya.
Sama seperti 7 milyar manusia lainnya.
Karena hakikat kita yang abai pada sesuatu yang tak jelas bentuknya.


No comments:

Post a Comment